Konsultan manajemen & operasional — Jakarta

Sistemnya tertinggal
di belakang
pertumbuhannya. Itu masalah yang bisa dikerjakan.

Artha Consulting mendampingi perusahaan menengah membenahi proses, informasi keuangan, pengendalian, dan struktur organisasinya — sampai tim internal bisa menjalankannya tanpa kami.

Sejak 2016 kami menangani penugasan di manufaktur, distribusi, agribisnis, layanan kesehatan, jasa keuangan non-bank, dan jaringan ritel.

Percakapan 45 menit dengan salah satu partner. Tanpa biaya dan tanpa kewajiban lanjutan. Kami akan menanyakan kondisi saat ini, apa yang sudah dicoba, dan apa yang membuat Anda menghubungi kami sekarang.

Lima fase Metode ARTHA Lima fase berurutan dari Asesmen sampai Alih Kendali, dihubungkan satu rel tegak. A Asesmen Catatan temuan bersumber R Rumusan Pernyataan masalah T Tata Rancang Dokumen rancangan H Hantar Terbatas Catatan hasil uji A Alih Kendali Laporan alih kendali
Metode ARTHA — lima fase dan keluaran tiap fase.
2016
Tahun firma dimulai
130+
Penugasan diselesaikan
26
Konsultan dan staf tetap
6
Sektor industri utama

Untuk siapa kami bekerja

Perusahaan yang terlalu besar untuk pembukuan sederhana, dan terlalu kecil untuk firma global

Artha bukan konsultan strategi korporasi besar, bukan pula pembicara motivasi bisnis. Ceruknya sempit dan disengaja: perusahaan dengan 100–2.000 karyawan yang sudah melewati batas kapasitas cara kerjanya sendiri.

Ciri-cirinya cukup teratur untuk kami tuliskan. Bila lebih dari tiga di antaranya Anda kenali, persoalan yang kami kerjakan kemungkinan besar persoalan Anda.

  1. Didirikan dan masih dikendalikan pendiri atau keluarga pendiri

    Keputusan penting masih menumpuk pada satu atau dua orang, dan jalur formal untuk menurunkannya belum pernah dibuat.

  2. Sudah punya sistem akuntansi, tetapi belum punya sistem informasi manajemen

    Laporan tersedia untuk kebutuhan pajak dan audit. Untuk memutuskan harga, bauran produk, atau kelayakan cabang, angkanya belum ada.

  3. Sudah punya banyak SOP di lemari, tetapi cara kerja sehari-hari tidak mengikutinya

    Dokumennya lengkap dan bisa ditunjukkan dalam satu menit. Yang tidak ada adalah orang yang memakainya.

  4. Baru pertama kali menghadapi pemeriksaan serius

    Bank, prinsipal, pengawas, calon investor, atau auditor eksternal yang temuannya berulang setiap tahun. Tenggatnya biasanya lebih dekat daripada yang terlihat.

  5. Sedang menyiapkan perpindahan kendali

    Ke generasi berikutnya atau ke manajemen profesional. Pada saat itu seluruh keputusan yang tidak pernah diformalkan muncul bersamaan.

Cakupan penugasan

Sektor mana yang pernah kami kerjakan, pada bidang apa

Perpaduan sektor dan bidang keahlian yang pernah kami kerjakan
Sektor Diagnostik Proses & SOP Keuangan & Kinerja Risiko & Kepatuhan Organisasi & SDM Pendampingan
MFG Manufaktur Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Belum ada penugasan Pernah dikerjakan
DST Distribusi Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Belum ada penugasan Pernah dikerjakan
AGR Agribisnis Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Belum ada penugasan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan
HLT Layanan Kesehatan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Belum ada penugasan Pernah dikerjakan
FIN Jasa Keuangan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Belum ada penugasan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan
RTL Ritel & F&B Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Pernah dikerjakan Belum ada penugasan Pernah dikerjakan

Geser mendatar untuk melihat seluruh kolom

Penanda berarti sekurang-kurangnya satu penugasan pernah dijalankan pada perpaduan sektor dan bidang tersebut. Sel yang kosong berarti kami belum pernah menerima penugasan pada perpaduan itu.

Industri

Enam sektor, dan persoalan yang khas di masing-masing

Manufaktur & Consumer Goods

Biaya konversi hampir selalu tidak terlihat, karena perhitungan biaya berhenti pada harga pokok agregat. Selisih pemakaian bahan dan jam mesin dicatat, tetapi tidak pernah ditutup sampai ke penyebabnya di lini mana dan pada shift mana. Akibatnya keputusan harga dan bauran produk diambil dari angka yang tidak menggambarkan biaya sesungguhnya.

5 jenis penugasan · 1 studi kasus tersedia

Distribusi & Logistik

Margin distribusi ditentukan pada tingkat SKU, pelanggan, dan rute, sementara laporan biasanya berhenti pada tingkat cabang. Retur, barang mendekati kedaluwarsa, potongan lapangan, dan klaim prinsipal menjadi kebocoran yang tidak pernah masuk perhitungan margin. Semakin banyak cabang, semakin sulit membedakan cabang yang tumbuh dari cabang yang sekadar menumpuk stok.

5 jenis penugasan · 1 studi kasus tersedia

Agribisnis & Pengolahan Hasil

Rendemen dan musim membuat biaya per unit bergerak sepanjang tahun, sementara arus kas menumpuk pada periode tertentu. Pengendalian di kebun dan di pabrik sering masih bertumpu pada kepercayaan kepada mandor dan kepala unit, bukan pada pencatatan yang bisa diuji. Ketika perusahaan mulai membutuhkan pembiayaan atau menyiapkan perpindahan generasi, ketiadaan jejak inilah yang pertama menjadi masalah.

5 jenis penugasan · 1 studi kasus tersedia

Layanan Kesehatan

Sebagian besar pendapatan bergantung pada klaim penjamin, dan yang menentukan diterima atau ditolaknya klaim adalah mutu dokumentasi di rekam medis — pekerjaan yang dilakukan tenaga klinis, bukan tenaga keuangan. Akibatnya masalah arus kas rumah sakit hampir selalu berakar di proses klinis, bukan di bagian penagihan. Di sisi lain, tuntutan akreditasi menambah beban dokumentasi yang bila tidak dirancang akan bertabrakan dengan pekerjaan harian.

5 jenis penugasan · 1 studi kasus tersedia

Jasa Keuangan Non-Bank

Pengawas menuntut adanya fungsi kepatuhan, manajemen risiko, dan audit internal yang terpisah satu sama lain, sementara ukuran organisasinya membuat ketiga fungsi itu sering dirangkap satu orang. Ketika teguran datang, yang dibutuhkan bukan dokumen kebijakan baru, melainkan pemisahan peran yang benar-benar berjalan dan bukti bahwa fungsi itu bekerja.

5 jenis penugasan · 1 studi kasus tersedia

Ritel & F&B Jaringan

Kemampuan mengendalikan berbanding terbalik dengan jumlah gerai. Penyusutan stok, potongan yang diberikan di kasir, dan pemakaian bahan yang tidak sesuai standar porsi hampir tidak terdeteksi dari kantor pusat kecuali dirancang sejak awal. Menambah gerai tanpa membenahi kendali biasanya berarti memperbanyak titik kebocoran, bukan memperbanyak laba.

5 jenis penugasan

Penugasan yang pernah kami tangani

Dua belas penugasan, tanpa nama klien

Monogram pada setiap pelat adalah kode sektor, bukan inisial perusahaan.

MFGManufaktur consumer goods±800 karyawan · Jawa BaratSistem informasi keuangan2024
DSTDistribusi farmasi & alkes±240 karyawan · 7 cabangPengendalian gudang & margin2025
HLTRumah sakit swasta±420 karyawan · Jawa TengahSiklus pendapatan & klaim2024
FINPerusahaan pembiayaan±180 karyawan · 12 kantorAudit internal & kepatuhan2025
AGRPengolahan hasil perkebunan±1.100 karyawan · SumateraDesain organisasi & suksesi2023
RTLJaringan F&B38 gerai · Jabodetabek & BandungPengendalian gerai2025
MFGKomponen otomotif±560 karyawan · BekasiBiaya produksi per lini2023
DSTDistribusi bahan bangunan±310 karyawan · Jawa TimurArsitektur proses & SOP2024
HLTJaringan klinik14 cabang · JabodetabekStandardisasi proses layanan2025
FINKoperasi simpan pinjam±90 karyawan · Jawa BaratPengendalian internal2023
AGRPerikanan & pengolahan±400 karyawan · SulawesiDiagnostik operasional2024
RTLRitel spesialis22 gerai · Jawa & BaliLaporan manajemen bulanan2022

Nama klien tidak kami tampilkan. Sebagian besar penugasan kami berada di bawah perjanjian kerahasiaan, dan izin penyebutan nama adalah hak klien, bukan hak kami.

Setiap pelat di atas mewakili satu penugasan yang benar-benar dijalankan. Referensi klien dengan nama dapat kami sampaikan langsung kepada calon klien yang telah masuk tahap penilaian akhir, setelah kami memperoleh izin dari klien yang bersangkutan.

Lihat lima studi kasus lengkap

Metode kerja

Metode ARTHA

Kami memakai satu urutan kerja yang sama untuk seluruh penugasan, dengan kedalaman yang disesuaikan. Urutannya kami bakukan pada 2020 setelah lima tahun memakainya dalam bentuk yang berbeda-beda per penugasan, dan bagian terakhirnya — alih kendali — adalah bagian yang paling sering ditinggalkan orang, sekaligus alasan firma ini dibentuk.

Lima fase Metode ARTHA Lima fase berurutan dari Asesmen sampai Alih Kendali, masing-masing dengan keluarannya, dihubungkan satu rel mendatar. A Asesmen Fase 1 dari 5 Keluaran Catatan temuan bersumber Peta proses kondisi berjalan Pertanyaan yang terbuka R Rumusan Fase 2 dari 5 Keluaran Pernyataan masalah Urutan prioritas Kesepakatan lingkup T Tata Rancang Fase 3 dari 5 Keluaran Dokumen rancangan Formulir dan kewenangan Rencana penerapan H Hantar Terbatas Fase 4 dari 5 Keluaran Catatan hasil uji Daftar perbaikan Rancangan versi final A Alih Kendali Fase 5 dari 5 Keluaran Laporan alih kendali Yang sudah mandiri Yang perlu perhatian
Metode ARTHA — lima fase dan keluaran tiap fase.
Uraian diagram dalam bentuk teks
  1. A — Asesmen. Fakta dulu, pendapat belakangan. Keluaran: catatan temuan dengan sumbernya, peta proses kondisi berjalan, daftar pertanyaan yang belum terjawab. Mengalir ke Rumusan.
  2. R — Rumusan. Merumuskan masalah yang benar, bukan gejala yang paling berisik. Keluaran: pernyataan masalah, urutan prioritas berdasarkan dampak dan kesulitan, kesepakatan lingkup. Mengalir ke Tata Rancang.
  3. T — Tata Rancang. Merancang sampai ke tingkat formulir dan kewenangan. Keluaran: dokumen rancangan lengkap, formulir dan matriks kewenangan, rencana penerapan. Mengalir ke Hantar Terbatas.
  4. H — Hantar Terbatas. Diuji di satu tempat sebelum diberlakukan di semua tempat. Keluaran: catatan hasil uji, daftar perbaikan rancangan, rancangan versi final. Mengalir ke Alih Kendali.
  5. A — Alih Kendali. Penugasan selesai ketika klien menjalankannya sendiri satu siklus penuh. Keluaran: laporan alih kendali, catatan apa yang sudah dijalankan sendiri, catatan apa yang masih perlu perhatian. Fase terakhir; penugasan berakhir di sini.

Tiga aturan yang berlaku di seluruh fase

  1. Tidak ada rekomendasi tanpa jejak yang bisa ditelusuri klien sendiri.

    Setiap temuan mencantumkan sumbernya. Klien harus bisa membuka dokumen yang sama dan sampai pada kesimpulan yang sama.

  2. Setiap rancangan harus punya pemilik bernama di organisasi klien.

    Proses tanpa pemilik akan berhenti begitu penugasan berakhir. Nama pemilik tercantum di dokumen, bukan nama jabatan yang kosong.

  3. Kami menyampaikan bila penugasan lanjutan tidak diperlukan.

    Sebagian asesmen berakhir dengan kesimpulan bahwa persoalannya dapat diselesaikan sendiri oleh klien. Kami menyampaikannya, dan penugasan berhenti di situ.

Baca metode selengkapnya

“Yang berubah bukan laporannya. Yang berubah adalah rapat direksi kami tidak lagi dimulai dengan perdebatan angka mana yang benar.”

Direktur Keuangan Manufaktur consumer goods, ±800 karyawan, Jawa Barat

Wawasan

Artha Notes

Catatan praktik yang kami tulis dari penugasan yang sedang berjalan. Terbit dua kali sebulan. Isinya bukan ringkasan tren, melainkan hal-hal yang berulang kami temui dan cara kami menanganinya.

Lihat seluruh catatan

Untuk bagian pengadaan

Sedang menilai kami sebagai calon rekanan

Halaman pengadaan kami memuat identitas entitas, enam kelompok dokumen yang tersedia, dan cara kami menanggapi undangan RFP beserta tenggat waktunya.

  • 01 Legalitas entitas
  • 02 Profil dan kapasitas
  • 03 Integritas dan tata kelola
  • 04 Kerahasiaan dan perlindungan data
  • 05 Perlindungan atas risiko penugasan
  • 06 Administrasi pembayaran
ARTHA CONSULTING
Halaman pembuka berkas company credentials. Contoh halaman keluaran; isi disunting. Dokumen yang kami tunjukkan kepada calon klien selalu berupa dokumen contoh dengan data buatan, bukan dokumen klien.

Ceritakan apa yang sedang tidak berjalan.

Percakapan awal berlangsung 45 menit bersama salah satu partner. Kami akan menanyakan kondisi saat ini, apa yang sudah dicoba, dan apa yang membuat Anda menghubungi kami sekarang.

Setelah percakapan itu kami menyampaikan pandangan awal: apakah persoalannya membutuhkan penugasan, dan bila ya, dalam bentuk apa. Bila menurut kami tidak membutuhkan penugasan, kami sampaikan juga.

Tanpa biaya dan tanpa kewajiban lanjutan. Kami membalas permintaan pada hari kerja berikutnya.